Pagi hari di awal bulan Ramadhan…
semangat ibadah untuk menggapai cahayanya masih berkobar-kobar. Pagi yang luar
biasa bagiku. Seusai sahurkuteruskan dengan tadarus hingga subuh. Terdengar
juga suara tadarus qur’an dari masjid. Di rumah, ibu, bapak dan kakakku juga
tadarus. Yup..inilah ramadhan, nuansa islam yang sangat terasa. Masing-masing
orang berlomba-lomba untuk mendapatkan pahalaNya. bagaimana dengan kalian?
Pada Bulan Ramadhan berpuasa itu wajib
hukumnya sebagaimana firman Allah pada surat Al-baqarah ayat 183.
“ Hai orang-orang yang beriman, di
wajibkan atas kamu berpuasa (di bulan Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Dan pada hadist Rasulullah SAW:
“Islam itu didirikan atas lima sendi,
yaitu 1. Mengakui bahwa tak ada Tuhan melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad
pesuruh Allah, 2. Mendirikan shalah, 3. Menunaikan zakat, 4. Berpuasa Ramadhan
dan 5. Berhajji". [HR. Bukhari dan Muslim]
Allah memberikan semangat kepada umat
muslim untuk berpuasa dengan menjelaskan bahwa puasa Ramadhan dapat menghapus
dosa-dosa yang terdahulu. Nabi SAW bersabda:
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Nabi
SAW bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap
pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR.
Al-Bukhari dan Muslim)
Karena itu jangan sampai ramadhan ini
kita sia-siakan dengan perbuatan yang tidak bermanfaat. Berbagai ibadah yang di
ajarkan oleh Rasulullah harus di maksimalkan, seperti berikut ini:
1. Memperbanyak shadaqah
Imam Tirmidzi meriwayatkan:
Rasulullah pernah ditanya :”Sedekah
apakah yang paling utama?” Beliau menjawab : “Seutama-utamanya sedekah adalah
sedekah di bulan Ramadhan.”
2. Memberi makan untuk berbuka bagi orang
yang berpuasa
“Barangsiapa memberi makan kepada orang
yang berpuasa, maka baginya pahala seperti yang diperoleh orang yang berpuasa
tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun.” (HR.
Ahmad dan Tirmidzi)
3. Menjalankan umrah
Rasulullah SAW bersabda: “Umrah di bulan
Ramadhan menyamai haji, atau beliau bersabda, haji bersamaku” (HR. Bukhari).
Walaupun pahala umrah di bulan Ramadhan
sama dengan haji namun ini tidak menggugurkan kewajiban berhaji bagi orang yang
wajib melakukannya.
4. I’tikaf
I’tikaf yaitu berdiam diri di masjid
untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wa Salam telah ber I’tikaf di sepuluh hari pertengahan Ramadhan lalu
I’tikaf pada tahun tersebut sampai pada malam keduapuluh satu yaitu malam
beliau keluar I’tikaf di paginya beliau berkata barang siapa yang beri’tikaf
bersamaku maka hendaklah beri’tikaf di sepuluh hari terakhir. (Al-Bukhori 1887)
