Senin, 16 April 2012

Ada Cinta Dalam Masakan Ibu




Hari ini aq ada kulap (kuliah lapangan) ke malang. Buru-buru aq mempersiapkan diri, takut di tinggal bis...

Ibu yang sedang memasak di dapur bertanya " Pagi-pagi kok sudah rapi?"

" Iyah aq ad kulap ED ke malang" jawabku

" Sarapan dulu yah"

" Ga' sempet bu', bisnya brangkat setengah 6" kataku sambil melirik jam yang sudah menunjukkan jam setengah 6 kurang 5 menit. Dengan cepat q memasukkan rukuh ke dalam tas, lalu setengah berlari ke teras rumah dan pake sepatu.

" Kalo' gitu bawa Roti yah, buat sarapan di bis"

Beliau rupanya menyiapkan bekal untukku. aq memandang wajah ibu sambil tersenyum. lalu kucium tangannya. "berangkat yah bu', assalamu alaikum"

" Wa alaikum salam"



Dari dulu ibu selalu begitu, tidak akan membiarkan keluarganya keluar rumah tanpa sarapan terlebih dahulu. Tiap pagi beliau selalu bangun paling awal, menyiapkan sarapan untuk semua anggota keluarga. Padahal beliau pergi ke kantor jam 7 pagi, sama denganku berangkat kuliah jam 7. aq pengen bikinin sarapan, tapi kalo' aq yg masak bisa 2-3 jam baru matang makanannya. maafin anakmu ibu... dalam hati aq berjanji, suatu saat aq yang akan selalu memasakkan sarapan untukmu.



Sekarang dalam bis aq menikmati rotiku, dan bersyukur di bawakan bekal. kalo' g makan siang ato malam siy kuat-kuat aja, tapi kalo' g makan pagi bisa lemez, pusing n kringat dingin aq.



Bersyukur ibu orang yang paling perhatian soal makan. beliau selalu menanyakan "sudah makan belum?". kalau masakan di rumah sisa, g' habis. ibu slalu bertanya " kamu g' suka masakannya? kok masakannya ibu masih utuh, g dimakan?". karena itulah aq jarang jajan di luar, kasihan ibu sudah capek-capek masak, bangun pagi-pagi tiap hari.



Terimakasih ibu atas masakannya. masakan yang kau masak adalah cinta dan doa yang mengantarkanku beraktivitas tiap hari.



Rabu, 12 mei 2010

dalam bis



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...