Minggu, 30 Desember 2012

My dreams 2013

Terinspirasi dari  mas Achmad Ferdiansyah untuk menuliskan target-target di tahun 2013 dan mempublishnya. Ini mimpiku untuk Tahun 2013, kalau mimpimu?

Senin, 24 Desember 2012

Lombok Desember 2012

Alhamdulillah dapat kesempatan untuk ke Lombok. Dari dulu hanya bisa melihat keindahan Lombok lewat foto-foto yang ada di internet, kali ini bisa menikmatinya secara langsung.  Pulau Lombok itu 90% penduduknya beragama muslim. jadi ini yang bikin tenang kalau mau makan sesuatu karena insyaallah halal.


Kampung Suku Sasak desa SADE



Pantai Gili Trawangan


 Ini dia kapal yang dipake kalau mau ke pulau KOMODO, kapan y bisa kesana?

Belajar Menenun

 Pernikahan adat


Pantai Kuta Lombok






Minggu, 16 Desember 2012

Sebuah pelajaran dari menyetir mobil




Aku menyelonjorkan kakiku dan memijitnya. Lumayan pegel juga. Hari ini memang sengaja aku poll-poll-in karena sudah hari terakhir latihan. Udah ga’ kehitung berapa kali tadi latihan markir mobilnya. Kaki injak kopling terus, kerasa pegelnya baru sekarang. Pelatihku berkali-kali memarahiku “kalo mau bisa nyetir itu harus kuat, makannya yang banyak”, sambil melirikku. Wah.. ini badan kurus emang dari sononya pak..



Sudah 5 kali pertemuan latihan menyetir mobil, sekarang sudah lumayanlah tinggal di biasakan aja. Oia sebenarnya menulis kali ini mau menceritakan pengalaman meyetir mobil. Semenjak pegang kemudi mobil dan melajukannya di jalanan, sekarang baru tahu kalo mengemudi mobil itu mesti punya stok sabar yang lebih. Mesti mengingat Allah terus dan menjaga ucapan. Gimana enggak..kalo tiba2 ada sepeda motor yang tiba-tiba nyelonong motong jalan. Kebanyakan pengemudi mobil yang aku temui langsung melontarkan ‘sabdanya’ alias mengumpat. Kalo yang pendidikannya agak tinggi bukan mengumpat tapi nggrundel.  Apalagi kalo jalanan sedang macet, dan mobil susah bergerak.  Kesimpulannya mesti hati-hati di jalan, hati-hati dalam mengemudi dan juga hati-hati dalam menjaga hati. Perbanyak istighfar dan dzikir, agar selain diberikan keselamatan juga menjaga diri dari dosa.


Sabtu, 17 November 2012

Mengenang 2 Tahun Meletusnya Merapi

Kami sekeluarga tadabbur alam ke desa Kinahrejo Yogyakarta. Desa Kinahrejo merupakan desa terdekat dari kawasan Merapi. Jarak dari desa kinahrejo ke puncak Merapi hanya 9 Km. Para pendaki gunung Merapi umumnya memulai pendakian dari desa ini. Desa wisata ini selalu ramai oleh pengunjung yang ingin menikmati keindahan merapi. Namun, 2 tahun yang lalu Merapi memuntahkan isinya sehingga menghancurkan apapun yang  ada di dekatnya . 

Perekonomian warga Kinahrejo
Warga Kinahrejo mulai membangun kembali perekonomian mereka. Kawasan Wisata ini sekarang mereka sendiri yang mengelola.

Galeri Foto Kinahrejo


Berjalan menuju Monumen tragedi Merapi
Jarak dari pintu gerbang Kinahrejo dengan Kaliadem sekitar 1,5 km. Wisatawan dilarang menggunakan kendaraan pribadi. Jadi pilihannya bisa dengan berjalan kaki atau menyewa ojek motor milik warga. Jika berjalan kaki membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai kaliadem.


Kaliadem, Bekas Sungai Lahar Dingin


Disini dulunya rumah mbah Marijan


Mobil yang hangus karena lahar merapi


Mobil dan sepeda motor ini sengaja dipamerkan sebagai bukti dari dahsyatnya bencana merapi. Ada kisah di balik mobil suzuki APV ini. Mobil yang dikendarai wartawan vivanews.com Wawan dan Dokter PMI Tutur ini merupakan mobil yang digunakan untuk mengevakuasi warga. Mereka berusaha meyakinkan warga untuk segera mengungsi. Setelah membantu evakuasi Wawan dan Tutur kembali ke kinahrejo untuk membantu evakuasi mbah marijan. Namun Merapi meletus dan mereka meninggal dunia.


Monumen Tragedi Merapi

Puing-puing rumah di kawasan Merapi
 Berjalan kaki di kawasan Kinahrejo ini membuatku lelah. Aku memutuskan untuk istirahat sejenak di sebuah warung. Nenek pemilik warung ini sangat ramah. Beliau adalah warga asli Kinahrejo. Saat ini beliau tinggal bersama sanak keluarga di desa lain. Karena pemerintah Yogyakarta melarang Desa Kinahrejo di huni kembali mengingat sangat dekatnya kawasan ini dengan Merapi. Beliau membangun sebuah warung bersama suaminya di Kinahrejo untuk memutar kembali roda perekonomian. Beliau menceritakan kepadaku mengenai peristiwa Merapi 2 tahun silam. Bencana itu menghancurkan rumah beliau hingga tak bersisa. Setelah merapi meletus kawasan kinahrejo ini sangat gersang, pohon dan tanaman mati kekeringan. Namun, kini sudah kembali subur dan hijau. Di tengah perbincangan kami aku melihat seorang anak lelaki sedang bermain sendirian sambil memanggul tas sekolahnya. Aku kira bocah laki-laki ini cucu sang nenek. Ternyata bocah laki-laki ini putra tetangga beliau. Beliau bercerita bahwa Ibu dan Bapak si Bocah sampai sekarang belum diketemukan. Yang merawat bocah ini sekarang adalah nenek dan kakek ini. “ banyak mbak yang keluarganya hilang, belum ketemu sampai sekarang” kata  beliau. 




Kawasan Merapi yang kembali subur setelah 2 tahun
Wisata kali ini benar-benar membekas dalam hatiku. Banyak pelajaran yang bisa di ambil dan bersyukur keluargaku masih lengkap semuanya. Bahkan sekarang bisa berkumpul dan berwisata bersama-sama. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...