Sabtu, 27 April 2013

Berita duka dari Ustad Jefri albuchori

Pagi ini di kagetkan dengan berita duka, yaitu meninggalnya ustadz Jefri al-Buchori.  Innalillahi wa inna ilahi roji’un.  Semoga dosa-dosa beliau di ampuni oleh Allah swt. Dan di tempatkan di surga-Nya.

Selanjutnya berita meninggalnya Uje (panggilan ustad Jefri)  menjadi topik hangat selama 2 hari ini. Di facebook, twitter, tv, koran, dll.  Di kantorku pun kami mendiskusikan tentang kematian, bahkan dalam pengajian juga. Banyak orang yang bersedih dengan kepergian Uje,  Ustadz muda yang dakwahnya di terima oleh banyak kalangan. Namun, jika memang ‘sudah waktunya’ setiap manusia tidak akan bisa memajukan atau memundurkannya.

Lalu, Bagaimana dengan aku?

Memangnya bekal apa yang sudah aq punyai untuk menghadap Allah?

Apakah aku sudah melakukan usaha semaksimalnya untuk Allah?


Artinya:
Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan sebaik-baik amalku pada ujung akhirnya, serta sebaik-baik hariku pada saat aku menemui-Mu.

Minggu, 27 Januari 2013

Nyanyian Hujan

Di Bulan Januari ini hampir setiap sore selalu hujan. Pulang kerja jadi sering kehujanan. Alhasil Flu ndak selesai-selesai, tapi tetap bersyukur masih di beri kekuatan buat kerja (baca: Alhamdulillah).  Bagi sebagian orang Hujan bikin esmosi karena jemuran ga’ kering-kering. Baju jadi belepotan, motor jadi kotor terus. Sebagian orang lagi berduka karena rumah mereka kebanjiran. Sawah-sawah mereka tenggelam. Sebagian lagi bergembira, mereka adalah para pedagang jas hujan dan anak-anak kecil. 

Apa yang kamu rasakan saat hujan?


Kalau aku..


Aku merasa bahagia saat hujan. Ketika rintik hujan menyentuh tanah ada suasana dan rasa yang berbeda. Bukan mellow sambil nyanyiin lagunya utopia yang..

Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karna aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri

Oh..Bukan, bukan perasaan mellow. Tapi perasaan yang lebih luar biasa lagi. Coba rasakan ketika rinai hujan menyentuh tanah tercium bau yang khas. Ketika rinai itu menyentuh kolam atau sungai terdengar suara “Tes..tes..tes..“ . Ketika rinai itu menyentuh atap terdengar suara "tik..tik..tik.." Kemudian hujan pun menjadi semakin deras “ssshhhhhhshhhh..ssshhhsshh..”. Diikuti dengan sejuknya udara dan angin yang lembut menyentuh kulit. Dan ditambah dengan suara katak “ Kwoork...Kwoork...”. Seketika timbul suasana yang dapat menghanyutkan siapapun. Nyanyian hujan yang indah ini, jika kau merasakannya juga, itulah rasa damai.

Pernah mendengarkan audio dari digital prayer? Audio dari buku Quantum ikhlas ini merupakan audio untuk terapi ikhlas. Audio ini menggunakan suara hujan, suara air menetes, ada suara katak juga, dll. Setelah mendengarkan audio dengan durasi hampir setengah jam ini hatiku terasa tenang dan damai sama dengan ketika mendengarkan nyanyian hujan. Hati terasa ikhlas dan menyerahkan semuanya padaNya. 


ÙˆَÙ†َزَّÙ„ْÙ†َا Ù…ِÙ†َ السَّÙ…َاءِ Ù…َاءً Ù…ُبَارَÙƒًا
“Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi (mubaarak)…” [QS. Qaaf : 9].

Hujan memberikan banyak manfaat tidak hanya airnya tapi juga nyanyiannya. Efek dari mendengarkan nyanyian hujan ini beban pikiran serasa lepas. Penat dan stress karena kerja lepas satu persatu berganti dengan perasaan ikhlas dan menyerahkan semuanya kepada yang Maha Segalanya (baca: Allah). Coba sekali-kali dengarkanlah nyanyian hujan , jika kau merasakan efeknya pujilah Allah (baca: Alhamdulillah).  

Jumat, 18 Januari 2013

Bank Konvensional VS Bank Syariah



2 orang sahabat sedang bercakap-cakap di sebuah Warteg di Surabaya. Badrun dan Hasan nama kedua sahabat itu. Hasan sedang curhat kepada Badrun tentang permasalahan keuangan yang sedang di hadapinya. Ia membutuhkan dana untuk memperluas usahanya. Sebagai sahabat yang baik Badrun memberikan saran kepada Hasan untuk meminjam uang di Bank Syariah.

H: Syariah... sama aja Bank itu. Namanya aja Syariah
B: Kalau di Bank Syariah Insyaallah uang kita Halal dan lebih barokah karena tidak ada bunga.
H: Sama saja Cuma di bank Sariah namanya bagi  hasil. Sama-sama mahal juga biayanya
B: Namanya juga Bank Drun.. dia lembaga usaha, bukan lembaga sosial. Yah wajar kalau dia cari keuntungan.  Mana ada Bank ngasih pinjaman cuma-cuma, mereka kan punya pegawai harus  menggaji pegawainya, untuk menjalankan operasional perusahaan, juga mengembangkan usahanya. Kalau mereka tidak mengambil keuntungan dapat dana darimana?
H: karena itu aku bilang sama saja semua Bank
B: Beda.. Syariah dan bukan Syariah
H: Iya beda, beda namanya aja
B: Di Bank Syariah insyaallah uang kita Halal karena prosedur di situ mengikuti aturan agama kita Islam. Tidak ada Riba di Bank Syariah, sebaliknya ada akad dan bagi hasil yang disepakati bersama. Riba itu haram hukumnya.
H: ...
B:  Bir, Miras, Wine hukumnya apa kalau kita meminum itu?
H: Jelas tidak boleh, Haram
B: Kalau makan daging babi?
H: Sama, Haram
B: Kalau berzina?
H: Wah..jelas Haram itu
B: Riba juga HARAM... jadi sama-sama DILARANG. Sama-sama DIBENCI Allah.  
H: benar-benar tidak boleh  ya?
B: Namanya Haram itu sama semua sama-sama dilarang, makan babi haram, minum bir haram, berzina haram, begitu juga memakan uang riba hukumnya haram.
H: Trus gimana dong, tabunganku ada di bank konvensional?
B: Segera pindah Bank, yang sudah yah sudah. Sekarang sudah punya ilmunya segera di amalkan.
H: Tapi Bank syariah itu pelayanannya kurang memuaskan di banding bank-bank konvensional. Mereka kan juga belum banyak jaringannya. Nanti kalau butuh uang malah susah.
B: Justru karena itulah kita mestinya mendukung bank syariah dengan menabung di sana. Bank Syariah saat ini adalah Bank yang sedang berkembang. Perkembangan Bank Syariah saat ini paling pesat di banding bank konvensional.
H: Kalau  Bank Syariah yang bagus yang mana Drun?
B: Semua Bank Syariah bagus, tinggal dipilih mana yang lebih cocok buat kamu
H: Emm... ya deh nanti,  pikir-pikir dulu.
B: Melakukan kebaikan jangan kelamaan mikirnya

Inspired from Talk Show Bincang Ekonomi Syariah di Radio Sham Fm oleh  Prof. Dr. H. Suherman Rosyidi, M.E
Sebagai tambahan berikut ini Beberapa Dalil mengenai Riba:

Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Al-Baqarah: 275)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (Al-Baqarah: 278-279)

Dari Hanzhalah Radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Satu dirham yang didapatkan dari transaksi riba lantas dimanfaatkan oleh seseorang dalam keadaan dia mengetahui bahwa itu berasal dari riba dosanya lebih ngeri dari pada berzina sebanyak tiga puluh enam kali” [HR Ahmad no 22008]

 “Tidak boleh ada dua akad dalam satu akad jual beli. Sesungguhnya Rasulullah n melaknat pemakan riba, yang memberi makan orang lain dengan riba, dua saksinya, dan pencatatnya.” (HR. Ibnu Hibban no. 1053, Al-Bazzar dalam Musnad-nya no. 2016 dan Al-Marwazi dalam As-Sunnah (159-161) dengan sanad hasan)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...