Kamis, 21 November 2013
Sabtu, 27 April 2013
Berita duka dari Ustad Jefri albuchori
Pagi ini di kagetkan dengan berita duka, yaitu meninggalnya
ustadz Jefri al-Buchori. Innalillahi wa
inna ilahi roji’un. Semoga dosa-dosa
beliau di ampuni oleh Allah swt. Dan di tempatkan di surga-Nya.
Selanjutnya berita meninggalnya Uje (panggilan ustad Jefri) menjadi topik hangat selama 2 hari ini. Di facebook,
twitter, tv, koran, dll. Di kantorku pun
kami mendiskusikan tentang kematian, bahkan dalam pengajian juga. Banyak orang
yang bersedih dengan kepergian Uje,
Ustadz muda yang dakwahnya di terima oleh banyak kalangan. Namun, jika
memang ‘sudah waktunya’ setiap manusia tidak akan bisa memajukan atau
memundurkannya.
Lalu, Bagaimana dengan aku?
Memangnya bekal apa yang sudah aq punyai untuk menghadap
Allah?
Apakah aku sudah melakukan usaha semaksimalnya untuk Allah?
Artinya:
Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan sebaik-baik amalku pada ujung akhirnya, serta sebaik-baik hariku pada saat aku menemui-Mu.
Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan sebaik-baik amalku pada ujung akhirnya, serta sebaik-baik hariku pada saat aku menemui-Mu.
Minggu, 27 Januari 2013
Nyanyian Hujan
Di
Bulan Januari ini hampir setiap sore selalu hujan. Pulang kerja jadi sering
kehujanan. Alhasil Flu ndak selesai-selesai, tapi tetap bersyukur masih di beri
kekuatan buat kerja (baca: Alhamdulillah).
Bagi sebagian orang Hujan bikin esmosi karena jemuran ga’ kering-kering.
Baju jadi belepotan, motor jadi kotor terus. Sebagian orang lagi berduka karena
rumah mereka kebanjiran. Sawah-sawah mereka tenggelam. Sebagian lagi
bergembira, mereka adalah para pedagang jas hujan dan anak-anak kecil.
Apa
yang kamu rasakan saat hujan?
Kalau
aku..
Aku
merasa bahagia saat hujan. Ketika rintik hujan menyentuh tanah ada suasana dan
rasa yang berbeda. Bukan mellow sambil nyanyiin lagunya utopia yang..
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karna aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
Saat hujan turun
Karna aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
Oh..Bukan,
bukan perasaan mellow. Tapi perasaan yang lebih luar biasa lagi. Coba rasakan
ketika rinai hujan menyentuh tanah tercium bau yang khas. Ketika rinai itu
menyentuh kolam atau sungai terdengar suara “Tes..tes..tes..“ . Ketika rinai itu
menyentuh atap terdengar suara "tik..tik..tik.." Kemudian hujan pun menjadi semakin
deras “ssshhhhhhshhhh..ssshhhsshh..”. Diikuti dengan sejuknya udara dan angin yang lembut
menyentuh kulit. Dan ditambah dengan suara katak “ Kwoork...Kwoork...”. Seketika
timbul suasana yang dapat menghanyutkan siapapun. Nyanyian hujan yang indah ini,
jika kau merasakannya juga, itulah rasa damai.
Pernah
mendengarkan audio dari digital prayer? Audio dari buku Quantum ikhlas ini
merupakan audio untuk terapi ikhlas. Audio ini menggunakan suara hujan, suara
air menetes, ada suara katak juga, dll. Setelah mendengarkan audio dengan
durasi hampir setengah jam ini hatiku terasa tenang dan damai sama dengan
ketika mendengarkan nyanyian hujan. Hati terasa ikhlas dan menyerahkan semuanya
padaNya.
ÙˆَÙ†َزَّÙ„ْÙ†َا Ù…ِÙ†َ السَّÙ…َاءِ Ù…َاءً Ù…ُبَارَÙƒًا
“Dan Kami turunkan dari langit
air yang diberkahi (mubaarak)…” [QS. Qaaf : 9].
Hujan
memberikan banyak manfaat tidak hanya airnya tapi juga nyanyiannya. Efek dari
mendengarkan nyanyian hujan ini beban pikiran serasa lepas. Penat dan stress
karena kerja lepas satu persatu berganti dengan perasaan ikhlas dan menyerahkan
semuanya kepada yang Maha Segalanya (baca: Allah). Coba sekali-kali dengarkanlah
nyanyian hujan , jika kau merasakan efeknya pujilah Allah (baca:
Alhamdulillah).
Jumat, 18 Januari 2013
Bank Konvensional VS Bank Syariah
2 orang sahabat sedang bercakap-cakap di
sebuah Warteg di Surabaya. Badrun dan Hasan nama kedua sahabat itu. Hasan
sedang curhat kepada Badrun tentang permasalahan keuangan yang sedang di
hadapinya. Ia membutuhkan dana untuk memperluas usahanya. Sebagai sahabat yang
baik Badrun memberikan saran kepada Hasan untuk meminjam uang di Bank Syariah.
H: Syariah... sama aja Bank itu. Namanya aja Syariah
B: Kalau di Bank Syariah Insyaallah uang kita Halal dan lebih
barokah karena tidak ada bunga.
H: Sama saja Cuma di bank Sariah namanya bagi hasil.
Sama-sama mahal juga biayanya
B: Namanya juga Bank Drun.. dia lembaga usaha, bukan lembaga
sosial. Yah wajar kalau dia cari keuntungan. Mana ada Bank ngasih
pinjaman cuma-cuma, mereka kan punya pegawai harus menggaji pegawainya,
untuk menjalankan operasional perusahaan, juga mengembangkan usahanya. Kalau
mereka tidak mengambil keuntungan dapat dana darimana?
H: karena itu aku bilang sama saja semua Bank
B: Beda.. Syariah dan bukan Syariah
H: Iya beda, beda namanya aja
B: Di Bank Syariah insyaallah uang kita Halal karena prosedur
di situ mengikuti aturan agama kita Islam. Tidak ada Riba di Bank Syariah,
sebaliknya ada akad dan bagi hasil yang disepakati bersama. Riba itu haram
hukumnya.
H: ...
B: Bir, Miras, Wine hukumnya apa kalau kita meminum
itu?
H: Jelas tidak boleh, Haram
B: Kalau makan daging babi?
H: Sama, Haram
B: Kalau berzina?
H: Wah..jelas Haram itu
B: Riba juga HARAM... jadi sama-sama DILARANG. Sama-sama
DIBENCI Allah.
H: benar-benar tidak boleh ya?
B: Namanya Haram itu sama semua sama-sama dilarang, makan
babi haram, minum bir haram, berzina haram, begitu juga memakan uang riba
hukumnya haram.
H: Trus gimana dong, tabunganku ada di bank konvensional?
B: Segera pindah Bank, yang sudah yah sudah. Sekarang sudah
punya ilmunya segera di amalkan.
H: Tapi Bank syariah itu pelayanannya kurang memuaskan di
banding bank-bank konvensional. Mereka kan juga belum banyak jaringannya. Nanti
kalau butuh uang malah susah.
B: Justru karena itulah kita mestinya mendukung bank syariah
dengan menabung di sana. Bank Syariah saat ini adalah Bank yang sedang
berkembang. Perkembangan Bank Syariah saat ini paling pesat di banding bank
konvensional.
H: Kalau Bank Syariah yang bagus yang mana Drun?
B: Semua Bank Syariah bagus, tinggal dipilih mana yang lebih
cocok buat kamu
H: Emm... ya deh nanti, pikir-pikir dulu.
B: Melakukan kebaikan jangan kelamaan mikirnya
Inspired from Talk Show Bincang Ekonomi
Syariah di Radio Sham Fm oleh Prof. Dr. H. Suherman Rosyidi, M.E
Sebagai tambahan berikut ini Beberapa
Dalil mengenai Riba:
“Allah
menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Al-Baqarah: 275)
“Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika
kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan
sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (Al-Baqarah:
278-279)
Dari Hanzhalah Radhiyallaahu ‘anhu,
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Satu dirham yang
didapatkan dari transaksi riba lantas dimanfaatkan oleh seseorang dalam keadaan
dia mengetahui bahwa itu berasal dari riba dosanya lebih ngeri dari pada
berzina sebanyak tiga puluh enam kali” [HR Ahmad no 22008]
“Tidak
boleh ada dua akad dalam satu akad jual beli. Sesungguhnya Rasulullah n
melaknat pemakan riba, yang memberi makan orang lain dengan riba, dua saksinya,
dan pencatatnya.” (HR. Ibnu Hibban no. 1053, Al-Bazzar dalam Musnad-nya no.
2016 dan Al-Marwazi dalam As-Sunnah (159-161) dengan sanad hasan)
Langganan:
Postingan (Atom)



