"Dua
puluh tahun mendatang. Anda akan lebih merasa kecewa pada hal-hak yang tidak
anda lakukan daripada hal-hal yang telah anda lakukan. Jadi putuskan tali
tambatan kapal anda. Berlayarlah menjauh dari pelabuhan yang aman. Tangkaplah
angin dengan layarmu. Jelajahilah. Bermimpilah dan temukanlah!" - Mark
Twain
Lama
tidak membuka account facebook, ada 34 notification. Aku membuka satu
persatu. ada message dari seorang teman, undangan pernikahan, coment,
tag photo, dll. Kemudian aku membuka news feed, ingin tahu
bagaimana kabar teman-temanku. Karena sejak mulai bekerja aku jarang membuka
facebook. Seorang adik kelasku membuat ku cemburu. Ia meng-upload foto
dirinya dengan latar belakang menara eiffel. rupanya dia berhasil memperoleh
beasiswa ke Prancis. Temanku yang satu jurusan meng-upload foto dirinya
bersama teman kerja di sebuah perusahaan ternama di Jakarta. Seorang senior
meng-tag foto buku yang baru dia tulis dan sudah bisa di beli di toko
buku. Subhanallah orang-orang di sekitarku adalah orang-orang hebat, senang
mengetahui mereka sukses mewujudkan mimpi-mimpi mereka.
Tiba-tiba
ada penyesalan dalam diri, "ngapain aja kamu selama ini git?". Kalau
flashback ke belakang hidupku ini datar-datar aja. memang tidak ada prestasi
yang menonjol seperti menduduki peringkat pertama di sekolah, atau memenangi
suatu perlombaan. Ada siy perlombaan yang aku menangi tapi itu juga karena tim,
bukan aku sendiri. Aku menyesal telah melewatkan 3 tahun di SMP, 3 tahun di
SMA, dan 4 tahun kuliah dengan biasa-biasa saja. Belajar, mengerjakan tugas, nonton
pilem, main game, ngobrol dengan teman, semuanya biasa saja. Menyesali yang
sudah berlalu memang percuma, tapi ini akan menjadi pelajaran yang berharga
buat aku agar di kemudian hari tidak ada penyesalan lagi.
Sekarang? Alhamdulillah now I have a dream, aku tahu apa yang aku
senangi, apa yang ingin aku raih. hidupku tidak akan biasa-biasa saja. ketika
nanti temanku nanti menanyakan kabarku akan selalu ada hal baru yang dapat aku
ceritakan. Suatu anugrah dan mimpi memang kalau kita memiliki mimpi. Ada semacam
penunjuk arah setelah ini mw ngapain mau belok ke kiri atau ke kanan, tidak
meraba-raba dan hanya mengikuti arus.