Aku
menyelonjorkan kakiku dan memijitnya. Lumayan pegel juga. Hari ini memang
sengaja aku poll-poll-in karena sudah hari terakhir latihan. Udah ga’ kehitung
berapa kali tadi latihan markir mobilnya. Kaki injak kopling terus, kerasa
pegelnya baru sekarang. Pelatihku berkali-kali memarahiku “kalo mau bisa nyetir
itu harus kuat, makannya yang banyak”, sambil melirikku. Wah.. ini badan kurus
emang dari sononya pak..
Sudah
5 kali pertemuan latihan menyetir mobil, sekarang sudah lumayanlah tinggal di
biasakan aja. Oia sebenarnya menulis kali ini mau menceritakan pengalaman
meyetir mobil. Semenjak pegang kemudi mobil dan melajukannya di jalanan,
sekarang baru tahu kalo mengemudi mobil itu mesti punya stok sabar yang lebih.
Mesti mengingat Allah terus dan menjaga ucapan. Gimana enggak..kalo tiba2 ada
sepeda motor yang tiba-tiba nyelonong motong jalan. Kebanyakan pengemudi mobil
yang aku temui langsung melontarkan ‘sabdanya’ alias mengumpat. Kalo yang
pendidikannya agak tinggi bukan mengumpat tapi nggrundel. Apalagi kalo
jalanan sedang macet, dan mobil susah bergerak. Kesimpulannya mesti
hati-hati di jalan, hati-hati dalam mengemudi dan juga hati-hati dalam menjaga
hati. Perbanyak istighfar dan dzikir, agar selain diberikan keselamatan juga
menjaga diri dari dosa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar