Minggu, 16 Desember 2012

Sebuah pelajaran dari menyetir mobil




Aku menyelonjorkan kakiku dan memijitnya. Lumayan pegel juga. Hari ini memang sengaja aku poll-poll-in karena sudah hari terakhir latihan. Udah ga’ kehitung berapa kali tadi latihan markir mobilnya. Kaki injak kopling terus, kerasa pegelnya baru sekarang. Pelatihku berkali-kali memarahiku “kalo mau bisa nyetir itu harus kuat, makannya yang banyak”, sambil melirikku. Wah.. ini badan kurus emang dari sononya pak..



Sudah 5 kali pertemuan latihan menyetir mobil, sekarang sudah lumayanlah tinggal di biasakan aja. Oia sebenarnya menulis kali ini mau menceritakan pengalaman meyetir mobil. Semenjak pegang kemudi mobil dan melajukannya di jalanan, sekarang baru tahu kalo mengemudi mobil itu mesti punya stok sabar yang lebih. Mesti mengingat Allah terus dan menjaga ucapan. Gimana enggak..kalo tiba2 ada sepeda motor yang tiba-tiba nyelonong motong jalan. Kebanyakan pengemudi mobil yang aku temui langsung melontarkan ‘sabdanya’ alias mengumpat. Kalo yang pendidikannya agak tinggi bukan mengumpat tapi nggrundel.  Apalagi kalo jalanan sedang macet, dan mobil susah bergerak.  Kesimpulannya mesti hati-hati di jalan, hati-hati dalam mengemudi dan juga hati-hati dalam menjaga hati. Perbanyak istighfar dan dzikir, agar selain diberikan keselamatan juga menjaga diri dari dosa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...